Menhan Prabowo Imbau Pimpinan TNI Waspada Operasi Intelijen Asing

Menhan Prabowo Imbau Pimpinan TNI Waspada Operasi Intelijen Asing

Fajarasia.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan dan komandan satuan TNI untuk mewaspadai operasi intelijen asing di Indonesia. Sebab, kata dia, operasi tersebut dapat mempengaruhi stabilitas di dalam negeri, seperti di Pulau Rempang, Batam.

“Kami mendapat laporan dari berbagai sumber yang patut kita ketahui, bahwa peristiwa peristiwa di Rempang sudah mulai masuk campur tangan intel intel asing. Dan kita banyak juga mengalami di Aceh, kita mengalami di Ambon, kita mengalami di Timor-Timor, dan kita mengalami di Papua,” kata Prabowo di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sebagaimana dikutip dari Website Kemenhan RI, Jumat (3/11/2023).

“Terus-menerus bagaimana campur tangan asing sangat mempengaruhi kondisi kita.” Hal tersebut, disampaikan Prabowo saat pidato pembukaan “Simposium Geopolitik dan Geostrategis dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia.”

Prabowo juga membeberkan sedikit hasil kajian geostrategis dari suatu “negara besar” yang tidak disebutkan namanya. Prabowo menyebut itu sebagai “Negara X”, di hadapan ribuan personel TNI yang hadir di simposium tersebut.

“Saya akan sampaikan suatu kajian ringkasan saja dari kajian geostrategis sebuah negara besar (yang) kami dapat, melalui hubungan hubungan baik. Ini salah satu kajian dari negara X, nanti mungkin saudara bisa ambil kesimpulan sendiri tentang negara mana itu, tetapi resminya tidak akan saya sampaikan,” ucap Prabowo.

Namun sebelum berbicara lebih lanjut, Prabowo meminta para jurnalis yang meliput untuk keluar ruangan. Menurut dia, materi pembicaraan yang sensitif dan harus dilakukan secara tertutup.

Saat ditanya mengenai itu, termasuk soal operasi intelijen asing yang dia sebut dalam acara, Prabowo pun tidak menjawab. Selepas memberi keterangan singkat mengenai acara kepada awak media, Prabowo langsung berjalan ke arah ruang kerjanya.

Prabowo saat membuka simposium, menyampaikan para pimpinan TNI perlu mengetahui dan mawas terhadap situasi geopolitik terkini. Terutama setelah adanya perang di Ukraina dan Jalur Gaza, Palestina.

“Ini saya pandang perlu karena perkembangan dinamika geopolitik berkembang begitu cepat dan pengaruh di satu wilayah dunia. Yang kelihatannya jauh dari kita di era sekarang pengaruhnya luar biasa kepada seluruh dunia,” ucap Prabowo.

“Contoh perang di Ukraina mengakibatkan harga BBM dunia naik luar biasa. Perang di Ukraina membuat pupuk menjadi mahal dan langka. Kalau pupuk mahal dan langka akan mempengaruhi produksi pangan di sebagian besar dunia.”

“Kalau produksi pangan terpengaruh akan mengakibatkan destabilisasi politik dan sosial.” Sementara, kata dia, belum tuntas perang di Ukraina, ternyata perang juga meletus di Jalur Gaza.****

Pos terkait