Mengenal Yusuf Ronodipuro, Tokoh Berjasa Siarkan Proklamasi Kemerdekaan

Yusuf Ronodipuro, tokoh pemuda yang paling berperan dalam penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui radio pada 17 Agustus 1945
Yusuf Ronodipuro, tokoh pemuda yang paling berperan dalam penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui radio pada 17 Agustus 1945

Fajarasia.id – Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi saksi penting perjalanan bangsa sejak awal kemerdekaan. Tepat pada 11 September 1945, lembaga penyiaran ini lahir dari semangat para pejuang radio yang menolak tunduk pada kekuasaan Jepang.

‎Salah satu tokoh sentral dalam sejarah RRI adalah Muhammad Yusuf Ronodipuro. Berikut, kisah perjuangannya menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia, dilansir dari beberapa sumber.

‎Muhammad Yusuf Ronodipuro menjadi tokoh sentral dalam sejarah RRI. Ia lahir di Salatiga pada 30 September 1919 dan wafat di Jakarta pada 27 Januari 2008.

‎Pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Malam harinya, Ronodipuro menerima naskah proklamasi melalui Syahrudin dan Adam Malik.

‎Tanggal 17 Agustus 1945 pukul 19.00 WIB, Ronodipuro menyiarkan naskah proklamasi ke seluruh dunia. Dua puluh menit kemudian, ia membacakannya kembali dalam Bahasa Inggris agar mudah dipahami internasional.

‎Siaran tersebut diterima radio internasional, termasuk BBC London, Radio Amerika, dan Singapura. Bahkan, siaran itu juga terdengar di Jepang dan membuat Tentara Kekaisaran curiga.

‎Pada 25 Agustus 1945, Radio Suara Indonesia Merdeka mulai mengudara. Pidato pertama Presiden Soekarno disampaikan di sana, disusul Mohammad Hatta pada 29 Agustus 1945.

‎Tanggal 10 September 1945, para pimpinan radio daerah berkumpul membahas kelanjutan siaran perjuangan. Sehari kemudian, pada 11 September 1945, diputuskan berdirinya Radio Republik Indonesia.

‎Pada 21 Juli 1947, Ronodipuro ditangkap Belanda dalam Agresi Militer I. Ia kembali menjabat Kepala RRI setelah pengakuan kedaulatan pada 1949.

‎Ronodipuro juga menjadi anggota delegasi Indonesia pada Konferensi Radio Asia di New Delhi 1950. Ia hadir pula di Swiss tahun 1954 serta mendampingi delegasi RI dalam Sidang Umum PBB 1961–1965.

‎Kariernya berlanjut sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Penerangan pada 1969–1972. Kemudian ia dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Chile dan Uruguay pada 1972–1976.

‎Pada 1976, Ronodipuro ditunjuk sebagai Direktur Utama Percetakan Negara Republik Indonesia. Seluruh kiprahnya meneguhkan suara Indonesia tetap bergema hingga ke mancanegara.****

Pos terkait