Mengenal Safari Wukuf, Layanan bagi Jemaah Lansia dan Sakit

Mengenal Safari Wukuf, Layanan bagi Jemaah Lansia dan Sakit

Fajarasia.id – Wukuf merupakan salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Pada saat wukuf, jemaah haji harus berada di Padang Arafah saat matahari tergelincir pada 9 Dzulhijjah.

Lalu, bagaimana dengan kondisi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan sedang sakit? Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi memberikan layanan safari wukuf, di mana jemaah dapat menggunakan ambulans atau bus menuju Padang Arafah.

“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan melakukan safari wukuf. Utamanya bagi jemaah lansia non mandiri dan disabilitas,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/6/2024).

“Persiapan pelaksanaan safari wukuf melibatkan petugas layanan lansia dan disabilitas. Kemudian, tim penanganan krisis dan pertolongan pertama pada jemaah haji (PKP3JH) dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI),” katanya, menjelaskan.

Dia mengatakan, program safari wukuf lansia non mandiri tahun ini mengalokasikan 27 jemaah dari setiap sektor. Pemerintah memastikan, kuota tersebut telah mempertimbangkan jumlah petugas yang akan membersamai jemaah saat disafariwukufkan.

“Petugas akan mengurus jemaah tersebut, termasuk memandikan, menyuapi, dan kebutuhan individu lainnya. Pelaksanaan safari wukuf lansia non mandiri dilaksanakan tanggal 6 sampai 7 Zulhijah 1445 Hijriah,” kata Widi.

Menurutnya, ada beberapa syarat yang perlu diketahui jemaah haji lansia dan disabilitas yang akan melakukan safari wukuf. Pertama, jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak mandiri (tirah baring) dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kedua, jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan/pengguna kursi roda. Dikarenakan sakit yang memerlukan perawatan lebih lanjut (home care),” katanya.

Ketiga, jemaah haji lansia dan disabilitas yang memiliki komorbid penyakit kronis. Seperti jantung, hipertensi, stroke (sedang- berat).

Keempat, lanjut Widi, jemaah haji lansia dan disabilitas yang kelelahan. Ketika pulang perawatan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Terakhir, jemaah haji lansia dan disabilitas sesuai dengan kriteria risiko tinggi yang ditentukan petugas kloter. Sebagai informasi, jemaah haji yang disafariwukufkan berada di dalam kendaraan sampai ke tujuan Padang Arafah. ****

Pos terkait