Fajarasia.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui anak usaha Medco E&P Grissik Ltd, perusahaan energi nasional ini menerapkan teknologi nitrogen gas blanketing pada tangki penyimpanan fasilitas migas di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.
Direktur sekaligus Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan untuk menjalankan operasi yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan sejalan dengan agenda iklim global. “Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Penerapan sistem ini diperkirakan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 1.100 tCO2e per tahun, dengan sebagian besar berasal dari metana. Hasil tersebut membuktikan bahwa pengurangan emisi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional.
Langkah ini juga sejalan dengan keikutsertaan MedcoEnergi dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, sebuah standar global yang menekankan transparansi dan akurasi dalam pengukuran serta pelaporan emisi metana. Dengan partisipasi tersebut, MedcoEnergi menempatkan diri sejajar dengan perusahaan energi internasional yang mengedepankan akuntabilitas data dan tata kelola emisi yang kuat.
Ronald menambahkan, pengurangan emisi metana bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan menjalankan operasi yang berkelanjutan. “Inisiatif di lapangan dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi,” katanya.
MedcoEnergi bahkan telah melampaui target penurunan emisi 2025 dan tetap berada di jalur yang sesuai untuk mencapai target interim 2030. Perusahaan berkomitmen memperluas penerapan teknologi efisiensi energi dan rendah emisi sebagai bagian dari aspirasi menuju Net Zero Emission untuk cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta cakupan 3 pada 2060.




