Masyarakat Daerah 3T Diminta Bertani di Halaman Rumah

Masyarakat Daerah 3T Diminta Bertani di Halaman Rumah

Fajarasia.id – Masyarakat yang berada di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) diminta untuk bertani dan berternak di halaman rumah. Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Zaidirina mengatakan, hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Zaidirina melanjutkan, hal ini dilakukan juga untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. BP Taskin mendirikan dapur khusus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bahan-bahannya disuplai dari peternakan lokal.

“Kami memiliki dapur khusus SPPG dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Ada program pekarangan makan bergizi hingga program pangan bergizi yang nanti akan dikolaborasikan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT),” kata Zaidirina dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

BP Taskin juga akan memberdayakan Bumdes dan Koperasi Desa Merah Putih untuk menampung hasil pertanian dan peternakan milik masyarakat. BP Taskin juga akan menjual bahan-bahan pangan yang dihasilkan tersebut.

“Kita akan membuat ekosistem industri untuk dilaksanakan oleh rakyat miskin, kemudian dimanfaatkan dan dikerjakan oleh mereka. Hasilnya nanti bisa dibeli dan dimanfaatkan oleh masyarakat miskin dengan harga pokok produksi tanpa harga tambahan,” ucapnya.

Salah satu pilar dari rencana induk BP Taskin tersebut tengah berproses untuk payung hukumnya agar menjadi Peraturan Presiden. Tujuannya membangun ekosistem industrialisasi melalui ekosistem Semi-Closed Loop Supply Chain (SCLSC), atau sistem rantai pasok semi tertutup.

“Sistem ini memungkinkan masyarakat menjual produk limbah hasil produksi ke produsen dan didaur ulang agar tetap menghasilkan keuntungan. Usaha itulah yang akan kita bentuk nanti di kantong-kantong kemiskinan, di 3T yang ada dapurnya,” ujar Zaidirina.****

Pos terkait