Fajarasia.co – Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyatakan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kerja Presiden Joko Widodo meningkat. Ini menjadi modal yang cukup untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan politik.
Dalam temuan LSI, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi pada bulan Agustus berada di angka 72,3 persen. Menurut Djayadi, ada kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan temuan Mei 2022, baru berada di angka 67,5 persen.
“Apakah approval rate bisa menjadi modal untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia, saya jawab iya. Karena tingginya approval rate didasari pada evaluasi masyarakat,” kata Djayadi kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Survei tersebut dilakukan dalam rentang 13-21 Agustus 2022, melibatkan 1.220 responden. Sementara wawancara dilakukan secara tatap muka langsung.
Metodologi survei yakni multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen. Sedangkan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Tingkat kepuasan tersebut berhubungan dengan situasi ekonomi sebelum September 2022. Terutama sebelum pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi jenis Pertamax.
LSI mencatat sebanyak 40% dari jumlah publik yang puas, mereka senang dengan kebijakan pemberian bantuan sosial terhadap masyarakat. Sementara, 32,6% dari total masyarakat tidak puas karena harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
“Kalau kita lihat korelasi antara tingkat kepuasan dengan ekonomi ini sangat berhubungan,” ucapnya.****





