Fajarasia.id – Djamari Chaniago resmi dilantik jadi Menko Polkam menggantikan Budi Gunawan. Djamari mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto kepadanya. Apa pesan Prabowo?
“Arahan dari beliau gunakan sisa umur untuk kepentingan bangsa dan negara. Berapa umur saya ada yang tau? 77 tahun, sebentar lagi. 77 tahun, gunakan sisa umur itu untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara. Tidak ada istilah-istilah yang lain,” kata Djamari kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Djamari menekankan pesan Prabowo untuk sama-sama melakukan perbaikan sistem politik dan keamanan ke depan. Ia berkomitmen melakukan hal terbaik untuk kepentingan bangsa.
“Pesannya itu tadi, ayo kita sama-sama perbaiki walau saya tau kita udah berusia sekian, sisa umur itu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
“Kalau perbaikan terus menerus lah ya, masa hanya satu event. Kami yang jelas perlu memerlukan dukungan semua dari kalian untuk kepentingan ke depan kita. Kita harus bersatu, nggak ada lagi cerita lain, kalau kita ingin menjadi bangsa yang baik mari kita bersatu bersama-sama menghadapi persoalan bangsa ke depan,” lanjut Djamari.
Djamari enggan membeberkan programnya ke depan. Ia akan terlebih dahulu ke kantor untuk berkoordinasi.
“Ya itu nantilah, saya kan belum ke kantor,” ujarnya.
Berikut Profil Singkat Djamari Chaniago

Djamari merupakan Purnawirawan TNI. Ia merupakan lulusan Akabri 1971, tiga tahun di atas Prabowo dan Sjafrie yang merupakan lulusan 1974.
Selama menjadi prajurit, Djamari pensiun dengan berpangkat Letjen. Ia berasal dari kesatuan Infantri – Baret Hijau Kostrad.
Ia pernah menduduki sejumlah di militer. Pertama, ia menjabat sebagai Panglima Daerah Militer III/Siliwangi pada 1997-1998.
Setelahnya, ia dipercaya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 1998-1999, saat itu ia menggantikan Johny Lumintang yang menggantikan Prabowo.
Kala itu, ia juga duduk sebagai anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bersama Subagyo Hadisiswoyo, Fachrul Razi, SBY, hingga Agum Gumelar.
DKP merupakan dewan yang memutuskan Prabowo terbukti melakukan pelanggaran terlibat dalam operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997-1998. Dalam putusannya, DKP memecat Prabowo dari ABRI pada 1998.
Setelah menjabat Pangkostrad, Djamari dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Lalu setelahnya ia pun mengisi kursi Kepala Staf Umum TNI pada 2000-2004.
Setelah menjabat sebagai Pangkostrad selama satu tahun, kemudian ia dipercaya sebagai Wakil KASAD dan sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Usai pensiun, Djamari kemudian mengemban tugas sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang sejak 2015.****





