Legislator Soroti Danantara Restrukturisasi Utang KCIC

Legislator Soroti Danantara Restrukturisasi Utang KCIC

Fajarasia.id – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyoroti rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk melakukan restrukturisasi utang proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Ia mengingatkan bahwa penggunaan dana tersebut harus sangat hati-hati dan transparan, karena bersumber dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Itu harus diperhatikan, Danantara ini dapat dana dari dividen, terutama dari BUMN. Tidak boleh dipakai untuk hal-hal yang sebetulnya tidak masuk logika, sesuatu yang tidak terlihat sama sekali,” kata legislator dari Fraksi PDIP tersebut kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Darmadi menuturkan, PT KCIC merupakan operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang lebih dikenal dengan Whoosh ini merupakan program jangka panjang. Sehingga, belum diketahui kapan pastinya akan balik modal.

Program jangka panjang seperti ini perlu dikawal ketat dan dikaji lebih dalam. Apakah tepat Danantara ikut campur di dalamnya dari sisi pendanaan, perlu dilihat dari sisi business plan.

“Tapi kalau ubtuk KCIC, kita belum melakukan teropong, belum, nah ini mau diselamatkan, berapa uang yang mau diselamatkan. Apakah jelas nih, karena hitungannya 100 tahun lebih, itu pun kalau konsisten,” ujar Darmadi.

Ia pun mencontohkan langkah Danantara menyuntikan dananya ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Menurutnya, Garuda memiliki business plan yang baik dan masuk akal, sehingga DPR memberikan lampu hijau.

“Dari DPR Danantara kan minta persetujuan, koordinasi. Oke, ternyata Garuda oke, nambah pesawat bisa karena dia premium price. Ekuitas mereknya masih bagus dan sebagainya, oke masuk, ini kita lihat ini ada prospek,” kata dia.

Adapun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mendapatkan pinjaman dari China Development Bank (CDB). Di mana untuk menutup cost overrun atau pembengkakan proyek kereta cepat sebesar Rp6,98 triliun atau hampir Rp7 triliun.****

Pos terkait