Fajarasia.id – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani Aher memintaz Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk mempercepat penyusunan payung hukum.
“Kemarin saya tagih lagi untuk mempercepat payung hukum. Yaitu, Perpres yang sudah tanyakan berulang-ulang,” kata Netty saat dihubungi pada Sabtu (3/4/10/2025).
Netty juga meminta BGN segera berkoordinasi dengan lembaga lain. Tujuannya agar Perpres MBG dapat segera diterbitkan.
Ia menekankan, agar program MBG terhindar dari praktik manipulasi. Terutama, dalam pelaksanaannya dari hulu sampai hilir.
“Mulai dari penentuan titik lokasi SPPG, rekrutmen SPPI, ahli gizi, akuntan. Termasuk juga dalam penyelenggaraannya, jangan ada pemotongan, jangan ada pungutan dan seterusnya,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas program tidak boleh dikorbankan akibat adanya fraud. Apalagi program ini menyasar kebutuhan gizi anak-anak.
Selain itu, lanjut dia, perbaikan harus dilakukan dari awal pelaksanaan. Salah satunya dimulai dari pembenahan SPPG di tiap wilayah.
“SPPG ini kan yang diangkat oleh BGN itu tiga orang ya. Ada kepala SPPG yaitu SPPI yang direkrut seluruh Indonesia yang dilatih oleh Universitas Pertahanan,” ucapnya.
Ia mengingatkan pentingnya proses rekrutmen yang ketat. Karena mayoritas peserta adalah lulusan baru atau fresh graduate.
“Pastinya pengalamannya juga bisa kita ukur ya. Mereka pasti belum punya pengalaman yang memadai, sebagaimana misalnya perusahaan katering,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana berkomitmen memperbaiki program MBG. Perbaikan ini dilakukan melalui kerja sama antar-kementerian dan lembaga.
“Ini juga termasuk peran masing-masing institusi dalam pelaksanaan program MBG. Sehingga ini merupakan hal penting” kata Dadan dalam perbincangan yang sama.
BGN juga akan memperketat pengawasan program MBG di berbagai daerah. Koordinasi lebih intensif akan difokuskan pada SPPG yang baru beroperasi.
“Kita sekarang betul-betul untuk bisa kendalikan. Terutama dalam jumlah pemberian manfaat, itu selalu harus bertahap,” ujarnya.****





