Fajarasia.id – Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, menegaskan bahwa posisi kedua di klasemen konstruktor Formula 1 musim 2025 belum bisa dianggap memuaskan bagi timnya. Meski mengakui ada peningkatan performa dibanding awal musim, Leclerc menilai target utama Ferrari seharusnya tetap kemenangan.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Ferrari saat ini hanya unggul tipis satu poin dari Mercedes di posisi ketiga, sementara Red Bull terus membayangi dengan selisih sepuluh angka. Jika bertahan di urutan kedua, ini akan menjadi musim kedua beruntun Ferrari menutup tahun di posisi yang sama. Terakhir kali tim asal Maranello itu meraih gelar konstruktor adalah pada 2008.
“Tidak cukup baik. Membela tim sebesar Ferrari berarti satu-satunya hasil yang pantas hanyalah kemenangan,” ujar Leclerc.
McLaren Masih Mendominasi
Musim ini, Ferrari kembali harus mengakui keunggulan McLaren yang sukses mengunci gelar konstruktor untuk kedua kalinya secara beruntun. Tim berjuluk The Papaya itu memastikan gelar lebih awal pada GP Singapura, Oktober lalu.
Ferrari sendiri belum mampu meraih kemenangan Grand Prix sepanjang musim ini. Satu-satunya podium teratas mereka datang dari Lewis Hamilton pada balapan sprint di Shanghai, Maret lalu.
Fokus ke GP Sao Paulo
Menjelang GP Sao Paulo di Sirkuit Interlagos, Leclerc bertekad mempersembahkan kemenangan meski tetap realistis. “Saya ingin menang. Setidaknya satu kemenangan penting untuk menutup musim yang sulit ini,” katanya.
Pembalap asal Monako itu menambahkan, kunci performa Ferrari ada pada eksekusi sempurna di setiap sesi. “Kami tahu tidak secepat McLaren atau Red Bull, jadi fokus kami hanya pada performa sendiri,” ujarnya.
Leclerc sendiri belum pernah naik podium di Interlagos, namun optimistis peluang itu terbuka jika Ferrari tampil tanpa kesalahan.
Hamilton Ikut Optimis
Rekan setimnya, Lewis Hamilton, juga datang ke Brasil dengan semangat tinggi. “Kami terus menunjukkan progres positif. Saya senang kembali ke Brasil dan berharap akhir pekan ini menjadi langkah maju dari hasil sebelumnya,” ujar juara dunia tujuh kali itu.****




