Fajarasia.id – Amerika Serikat tengah menjajaki kesepakatan dengan Denmark untuk memperoleh akses ke tiga pangkalan militer tambahan di Greenland, termasuk dua lokasi yang pernah digunakan pasukan AS pada era Perang Dunia II dan Perang Dingin.
Jenderal Pentagon Gregory Guillot menyebut rencana ini sebagai ekspansi signifikan pertama kehadiran militer AS di kawasan tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Lokasi yang dibidik antara lain Narsarsuaq, yang dikembalikan pada 1950-an, serta Kangerlussuaq, yang ditinggalkan pada 1990-an.
Meski sebagian besar infrastruktur militer telah dibongkar, kedua lokasi masih memiliki fasilitas strategis: Narsarsuaq dengan pelabuhan laut dalam, dan Kangerlussuaq dengan landasan pacu panjang yang mampu menampung pesawat besar. Pentagon menilai pangkalan ini dapat mendukung operasi khusus dan unit angkatan laut.
Negosiasi berlangsung di tengah sorotan geopolitik, mengingat Greenland merupakan wilayah strategis di bawah Kerajaan Denmark. Otoritas Denmark dan Greenland menegaskan integritas wilayah mereka harus dihormati, meski para ahli menilai kemampuan Denmark untuk menolak rencana AS cukup terbatas.
Langkah ini menambah dinamika hubungan Washington–Kopenhagen sekaligus menegaskan kembali pentingnya Greenland bagi keamanan nasional AS.****





