Fajarasia.id – Ketua KPU Timur Leste atau Comissao Nacional de Eleicoes (CNE), Jose Agostinho da Costa Belo takjub dengan Indonesia. Sebab, Indonesia punya banyak pakar kepemiluan.
Ia pun menyatakan keinginan agar negaranya dapat mempelajari hal positif tersebut dari Indonesia. Sebab, keberadaan pakar sangat penting, terutama saat terjadi sengketa Pemilu.
“Semua pakar-pakar baik itu bagian hukum, legislasi bagian Pemilu itu baik. Jadi pembelajaran buat kita (Timor Leste),” katanya, di Gambir, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Agostinho menekankan, ada banyak hal yang patut dicontoh oleh peradilan Pemilu di negaranya, dari Indonesia. Salah satunya yakni peradilan Pemilu bukan semata-mata untuk mencari pihak yang benar atau salah.
“Penyelesaian sengketa (Pemilu) yang begitu tidak hanya masalah bagaimana siapa yang benar atau siapa yang tidak. Tetapi proses untuk mengikuti proses pembelajaran dari segi intelektual,” ujarnya.
Ia menyampaikan itu usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bawaslu RI. Kerja sama ini dinilainya merupakan sarana tepat untuk mempelajari peradilan Pemilu di Indonesia.
Salah satu bentuk nyata dari kerja sama ini adalah pertukaran pegawai. Para pegawai kedua lembaga diharapkan saling mempelajari dan memberikan edukasi dalam penanganan penegakkan hukum Pemilu, seiring perubahan zaman.****




