Fajarasia.id – Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta menyatakan bahwa PBB telah gagal menjaga perdamaian dunia. Termasuk melindungi hak asasi manusia rakyat Palestina.
Menurutnya, keputusan Mahkamah Internasional masih bias pascaputusan gugatan Afrika Selatan. Semestinya ada perintah soal gencatan senjata sebagai satu cara menghentikan genosida di Jalur Gaza.
“Keputusan Mahkamah Internasional masih setengah-setengah. Di satu sisi memerintahkan Israel untuk mengambil semua langkah sesuai kewenangannya untuk mencegah tindakan genosida di Gaza,” kata Sukamta lewat rilisnya yang diterima Redaksi, Senin (29/1/2024).
Anggota Komisi I DPR RI ini juga mengingatkan Israel untuk tunduk pada perintah Mahkamah Internasional. Sebab putusan tersebut merupakan kewajiban.
“Putusan ini juga harus didukung tekanan politik dan ekonomi internasional terhadap Israel. Sehingga putusan tersebut bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Palestina menyambut baik putusan Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuntutan yang dilayangkan Afrika Selatan terhadap Israel. Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan, putusan pengadilan PBB tersebut menegaskan berakhirnya era impunitas atau kekebalan hukum Israel.
Dalam putusan dalam sidang di Den Haag, Belanda, Jumat (26/1/2024), Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk menghentikan tentaranya melakukan genosida. Termasuk tindakan penghasutan, serta melakukan langkah-langkah guna memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
“Putusan ini berarti berakhirnya era impunitas Israel. Dan hal ini memaksa negara-negara yang mendukung Israel untuk berhenti mendukung dan membantu Israel,” kata Shtayyeh seperti dilansir Anadolu, Sabtu (27/1/2024).
Dia menyoroti juga soal gencatan senjata yang tidak disebut secara jelas dalam putusan. Shtayyeh berharap putusan tersebut juga berarti gencatan senjata penuh di Gaza.
“Kami berharap bahwa putusan mahkamah akan mencakup gencatan senjata segera. Mengingat penderitaan parah yang dialami rakyat kami di wilayah tersebut, dengan pembantaian setiap hari yang merenggut ratusan nyawa,” ujarnya.****





