Fajarasia.id — Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon pada Rabu (8/4), menewaskan 112 orang dan melukai lebih dari 800 lainnya. Serangan ini disebut sebagai yang terbesar sejak eskalasi konflik di Lebanon meningkat.
Target utama serangan adalah posisi-posisi Hizbullah yang sebelumnya menyatakan patuh terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, Israel justru melancarkan serangan yang menghancurkan lebih dari 100 pos komando Hizbullah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.
“Hizbullah sudah mendapat informasi bahwa kami bagian dari gencatan senjata itu. Kami mematuhinya. Tapi Israel melanggarnya dan melaksanakan pembantaian di seluruh Lebanon,” ujar anggota parlemen Hizbullah, Ibrahim al-Moussawi, kepada Reuters.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas mencapai 112 orang, sementara kebutuhan medis di Beirut melonjak tajam. Rumah sakit kewalahan menerima korban, hingga dokter menyerukan bantuan darurat dan donor darah.
Sejak eskalasi konflik, total korban jiwa di Lebanon telah mencapai 1.500 orang, termasuk 130 anak-anak dan 100 perempuan.***





