Fajarasia.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak pesawat Smart Air PK-SNR di Boven Digoel, Papua Selatan, merupakan komplotan yang sama dengan pelaku ancaman di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut pola baru muncul dalam aksi kekerasan di Papua Selatan. “Berdasarkan informasi yang kami miliki, diduga kelompok yang sama melakukan berbagai teror, termasuk penembakan pesawat komersial di Yahukimo pada 14 Januari 2026 yang menggagalkan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya.
Komnas HAM juga menyoroti keterlibatan kelompok tersebut dalam penembakan dan perusakan SMP YPK Yakpesmi yang menewaskan seorang pekerja bangunan bernama Daniel Datti pada 2 Februari 2026.
Anis menyampaikan duka cita atas meninggalnya pilot dan kopilot Smart Air, Captain Egon dan Baskoro Adi Anggoro, serta mengecam keras aksi kekerasan KKB. “Segala bentuk serangan terhadap warga sipil, baik dalam situasi perang maupun selain perang, merupakan pelanggaran hukum HAM dan hukum humaniter internasional,” tegasnya.
Komnas HAM menekankan perlunya langkah serius pemerintah dan aparat untuk menghentikan pola teror berulang yang mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas Papua.






