Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam program revitalisasi pendidikan.
“Penambahan target menjadi 71.700 sekolah adalah langkah positif. Namun, pelaksanaannya harus berbasis pemetaan kebutuhan yang objektif dan transparan. Sekolah-sekolah di wilayah 3T harus ditempatkan sebagai prioritas utama, karena di sanalah kesenjangan pendidikan paling nyata terjadi,” ujar Lalu.
Ia mencontohkan kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di Kabupaten Sikka, Flores, NTT, yang masih berdinding kayu, beratap bocor, dan berlantai tanah. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketidakadilan pendidikan yang harus segera diatasi.
Data Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan 60,3 persen ruang kelas SD di Indonesia dalam kondisi rusak, sementara di jenjang SMP hanya 50,33 persen ruang kelas yang layak. Lalu menekankan bahwa infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak dasar anak-anak untuk belajar dengan aman.
Ia juga mendorong sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pendataan serta eksekusi revitalisasi, dengan pengawasan ketat agar anggaran tepat sasaran. “Komisi X DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran pendidikan agar revitalisasi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran,” tegasnya.





