Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan agar konsep Kitchen School atau dapur sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah pelosok yang sulit dijangkau oleh layanan pemenuhan gizi nasional.
Menurut Lalu, dapur sekolah merupakan solusi strategis untuk menjamin pemerataan akses makanan bergizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan distribusi bahan pangan.
“Anak-anak di wilayah 3T berhak mendapatkan asupan gizi yang layak setiap hari sekolah. Karena itu, saya mendorong agar sekolah-sekolah di daerah terpencil memiliki dapur sendiri untuk menyajikan makanan bergizi,” ujar Lalu dalam pernyataan di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa dapur sekolah dapat dikelola secara kolaboratif antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar, dengan tetap mengacu pada regulasi dan standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Selain memenuhi kebutuhan gizi siswa, dapur ini juga berpotensi memberdayakan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan komunitas.
“Dapur sekolah bukan hanya tempat memasak, tapi juga ruang belajar. Anak-anak bisa memahami pentingnya gizi, belajar keterampilan hidup, dan membentuk karakter,” tambahnya.
Lalu menilai bahwa pendekatan Kitchen School sangat relevan untuk daerah yang tidak terjangkau oleh sistem distribusi SPPG. Dengan memanfaatkan potensi lokal, program MBG bisa berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, serta menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat.
“Kita harus memastikan bahwa program MBG tidak hanya dinikmati di kota-kota besar. Dapur sekolah adalah langkah nyata agar anak-anak di pelosok tidak tertinggal,” tegas Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat itu.
Ia juga menegaskan bahwa usulan ini ditujukan khusus untuk wilayah yang sulit dijangkau, bukan untuk daerah perkotaan yang sudah memiliki akses layanan gizi melalui SPPG.
“Untuk kota-kota besar, SPPG sudah berfungsi dengan baik dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa,” tutupnya.
Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak sekolah, sekaligus mendukung pertumbuhan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di masa depan.****





