Komisi VIII DPR Usulkan Pesawat Haji Dimanfaatkan untuk Angkut Turis dan Barang dari Arab Saudi

Komisi VIII DPR Usulkan Pesawat Haji Dimanfaatkan untuk Angkut Turis dan Barang dari Arab Saudi

Fajarasia.id –  Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyampaikan gagasan agar pesawat yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi bisa dimanfaatkan lebih optimal saat perjalanan pulang. Menurutnya, pesawat tersebut seharusnya tidak kembali ke Tanah Air dalam keadaan kosong, melainkan dapat membawa wisatawan atau barang dari Arab Saudi.

“Pesawat haji sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membawa turis dan logistik dari Arab Saudi. Ini tergantung maskapai, tapi DPR mendorong agar peluang ini bisa dimaksimalkan,” ujar Singgih kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).

Potensi Wisata Arab ke Indonesia Perlu Digarap Serius
Singgih menilai bahwa kebijakan ini tidak bisa langsung diterapkan tanpa strategi yang matang. Pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, perlu meningkatkan minat warga Arab Saudi untuk berkunjung ke Indonesia.

“Ini jadi PR bagi Ibu Menteri Pariwisata. Kita harus aktif menarik wisatawan dari Arab Saudi agar kebijakan ini berdampak nyata,” tambahnya.

Ia juga menyinggung bahwa penurunan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta sebagian berasal dari efisiensi di sektor embarkasi, termasuk dampak nilai tukar dolar yang saat ini berada di angka Rp 16.500.

Rincian Penurunan Biaya Haji 2026
Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 sebesar Rp 87.409.365 per jemaah reguler. Angka ini turun Rp 2 juta dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 89,4 juta.

Adapun biaya perjalanan yang ditanggung langsung oleh jemaah (Bipih) ditetapkan sebesar Rp 54.193.806,58 atau sekitar 62 persen dari total BPIH. Penurunan ini dinilai sebagai langkah positif dalam efisiensi penyelenggaraan ibadah haji.

Dengan optimalisasi pesawat haji dan penguatan sektor pariwisata, pemerintah diharapkan mampu membuka peluang baru dalam hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi, sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi dari sektor perjalanan dan logistik. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci agar gagasan ini bisa diwujudkan secara efektif.****

Pos terkait