Komisi VI DPR Dorong Pertamina Transparan Terkait Kualitas BBM

Komisi VI DPR Dorong Pertamina Transparan Terkait Kualitas BBM

Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, meminta PT Pertamina untuk meningkatkan transparansi dan pengendalian mutu bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga kepercayaan publik, menyusul laporan gangguan mesin sepeda motor di sejumlah wilayah Jawa Timur.

“Fenomena motor brebet bukan sekadar masalah teknis, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap kualitas energi nasional. Pertamina harus membuka hasil uji laboratorium secara terbuka dan segera menindaklanjuti temuan di lapangan,” ujar Nurdin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10).

Pernyataan tersebut merespons keluhan warga di Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan yang mengalami gangguan mesin setelah mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap mutu bahan bakar dan efektivitas pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, telah menurunkan tim investigasi, membuka posko pengaduan, dan mengambil sampel BBM dari sejumlah titik. Beberapa pengamat otomotif menduga gangguan tersebut bisa disebabkan oleh kadar oktan yang tidak sesuai atau kontaminasi air dalam bahan bakar. Namun, hingga kini belum ada hasil laboratorium resmi yang mengonfirmasi penyebab pasti.

Nurdin menegaskan bahwa DPR RI, khususnya Komisi VI, akan terus mengawal kasus ini dan mendesak Pertamina untuk bertindak cepat dan terbuka. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan insiden ini dengan rencana penambahan etanol dalam BBM yang masih dalam tahap kajian oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kebijakan etanol belum diterapkan. Ini murni persoalan distribusi dan pengawasan operasional di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurdin menyampaikan dukungannya terhadap langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Pak Bahlil sedang menyiapkan fondasi besar menuju energi bersih. Transformasi energi tetap harus berjalan, sementara Pertamina perlu memastikan kualitas dan distribusi BBM berjalan sesuai standar,” tutup Nurdin.***

Pos terkait