Fajarasia.id — Komisi V DPR RI meninjau langsung titik longsor jalur kereta api Bogor–Sukabumi di Stasiun Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/9/2025). Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan pemerintah harus segera memulihkan jalur strategis tersebut karena vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama. Jalur Bogor–Sukabumi harus segera dipulihkan agar kembali normal dan bisa melayani masyarakat dengan aman, nyaman, dan lancar,” kata Lasarus.
Berdasarkan laporan yang ia terima, PT KAI mencatat jumlah penumpang KA Pangrango pada Januari–Juli 2025 mencapai 791.388 orang, naik dibandingkan 786.001 penumpang pada 2023 dan 874.789 penumpang pada 2024. Stasiun Sukabumi menjadi penyumbang terbesar dengan 391.110 penumpang, disusul Stasiun Bogor Paledang dengan 181.917 penumpang.
Arus penumpang bahkan sempat mencapai 155.048 orang pada April 2025. Komisi V menilai gangguan akibat longsor bukan pertama kali terjadi. Pada Maret 2023, longsor di Empang, Kota Bogor, membuat rel menggantung sepanjang 20 meter sehingga perjalanan KA Pangrango dibatalkan.
Pada Juni 2023, longsor kembali terjadi di KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng, mengakibatkan rel tergantung sepanjang 15 meter. PT KAI membatalkan perjalanan dan mengganti penuh biaya tiket penumpang.
Oleh karena itu, Lasarus mendesak Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama Kementerian PU memperkuat sarana dan prasarana, sekaligus mempercepat proyek jalur ganda (double track) Bogor–Sukabumi. Baginya, proyek ini diproyeksikan bisa meningkatkan kapasitas angkut harian dari 3.500 menjadi 12.000 penumpang, sekaligus mempercepat waktu tempuh dan mendukung logistik.***




