Fajarasia.co – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomimfo) Johnny G. Plate mengatakan pihaknya akan patroli siber peredaran obat sirup yang beredar di masyarakat. Hal itu dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Pasti kita kawal dan bantu sepenuhnya BPOM agar masyarakat terlindungi dari peredaran obat-obat yang unsur toxic-nya tinggi. Jangan sampai anak-anak ginjalnya rusak karena terlalu banyak racun, kan, bahaya sekali,” kata Johnny di Jakarta, Kamis(27/10/2022).
Ia mengatakan, BPOM juga telah mengumumkan obat-obatan apa saja yang tidak aman dikonsumsi. Obat-obatan tersebut diketahui mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas.
“Mereka sedang meneliti dan nanti boleh diedarkan lagi kalau sudah mendapat approval. Atau lolos tes oleh BPOM, kalau tidak, masih belum boleh,” ujarnya.
Terkait berapa jumlah konten penjualan obat, dirinya belum bisa memastikan. Namun pihaknya akan rutin melakukan patroli siber sebagaimana yang telah dilakukan.
“Apapun yang muncul akan terus dibersihkan, karena jumlahnya tambah kurang, kan biasa dalam ruang digital. Tapi kita akan melakukan patroli untuk mengikuti semua yang diminta oleh BPOM,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan pihaknya telah melakukan take down (diturunkan). Terhadap ribuan obat yang terindikasi tidak aman pada sejumlah toko online.
“Kami bekoordinasi dengan Kominfo dan asosiasi e-commerce tentunya untuk melakukan take down terhadap 4.922. Yang teridentifikasi melakukan penjualan sirup obat dan dinyatakan tidak aman,” kata Penny.*****





