Kesan Sejak Liputan di Senayan Bagaikan Di Bangku Kuliah Kuliah

Kesan Sejak Liputan di Senayan Bagaikan Di Bangku Kuliah Kuliah

Kesan Sejak Liputan di Senayan Bagaikan Di Bangku Kuliah Kuliah

Oleh Erwin Siregar

Tak terasa hampir separuh usia saya menjadi wartawan, bahkan untuk di DPR RI sendiri sudah hampir Duapuluh tahun (2004 – 2023) saya berkiprah sebagai wartawan yang melaksanakan tugas di Lingkungan Parlemen DPR RI untuk meliput berbagai kegiatan dan menginformasikan seputar kegiatan – kegiatan anggota maupun kesekjenan DPR RI.

Bahkan yang dahulunya awal saya liputan beberapa pegawai kesekjenan masih stap biasa kini sudah ada yang menduduki eselon II dan bahkan Eselon I.

Pengalaman dan berbagai dinamika mulai dari sedih maupun bahagia sudah dirasakan. Bahkan rasa puas dan bangga itu saya rasakan ketika beberapa tulisan saya mengenai kritik maupun kegiatan kegiatan positip di DPR RI menjadi bahan kliping masyarakat di era koran cetak sebelum adanya media online.

Gedung DPR RI adalah tempat berkumpulnya para elit politik dari Sang sampai Merauke, Tempat para tokoh politik Nusanatara ini setiap periode ke periode selalu penuh dinamika dan warna.

Selain para Tokoh elit politik di Gedung ini juga Ratusan Wartawan dari berbagai media Mulai TV, Radio, Cetak, Online Nasional, daerah bahkan sampai wartawan Berbagai Duniapun turut hadir ke Gedung DPR RI ini untuk melakukan tugas – tugas jurnalisnya.

Dalam melaksanakan tugas di Gedung DPR RI, Kesekjenan DPR RI menyediakan dua ruangan media center yang kerap kami sebut Press room berada di lantai 1 Gedung Nusantara III.

Media Center memiliki fasilitas ruang kerja dengan dan Ruangan Diskusi yang dilengkapi Wifi dan Komputer.

” yang jelas jika soal fasilitas, saya sangat puji kelengkapan yang diberikan DPR kepada kami sebagai wartawan.”

Banyak orang bilang enak jadi wartawan tugas di DPR RI.

Hal itu saya anggap biasa saja dengan liputan di berbagai tempat lain. Karena bagi saya setiap pekerjaan itu tentunya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Begitu juga sebagai seorang wartawan yang melaksanakan tugas – tugas jurnalisnya di DPR RI.

Kesan Selama Liputan

Dalam rangka melakukan tugas jurnalis di Gedung DPR saya merasakan sangat mudah untuk mendapatkan berbagai berbagai sumber yang sudah berpengalaman dan beberapa referensi, maka berikut ini rasa suka duka yang didapat dari pekerjaan sebagai seorang wartawan.

Pertama untuk kesan suka, umumnya seorang wartawan di DPR akan mendapat durian runtuh atau keuntungan lebih jika sedang meliput informasi seputar kunjungan kerja baik itu ke Berbagai Daerah maupun ke Luar Negri

Sambil menyelam minum air, tentu saya sebagai wartawan akan mendapat kepuasan tersendiri bisa selain tugas sambil menikmati wisata ke tempat berbagai Daerah maupun Luar Negri dengan Fasilitas gratis.

Kesan Sejak Liputan di Senayan Bagaikan Di Bangku Kuliah Kuliah

Liputan bagikan Kuliah.

Selama bertugas di DPR RIh ampir setiap hari saya merasa bagaikan duduk di bangku liah yang setiap harinya selalu mendapat materi pelajaran yang terbaru.

Salahsatu contoh, setiap hari saya selalu mendapat info terbaru dan kerap mendapatkan Undang undang terbaru,

Selain itu di setiap hari selasa dan kamis, Koordionatoriat Wartawan Parlemen (KWP) atau yang dulu lebih dikenal Press room DPR RI selalu melakukan diskusi dengan pembicara yang sangat profesional muliau dari anggota DPR, Menteri, Petinggi Polri/TNI dan Tokoh – tokoh lainnya dengan tema tema terbaru.

Namun hal tersebut berbanding terbalik saat saya melakukan liputan saat liputan demonstrasi atau saat di tugaskan harus dapat berita yang ter uptudate saat DPR Rapat hingga tengah malam , bahkan saat di era SBY dulu kerap Rapat hingga tengah malam, bahkan pernah hingga menjelang subuh.

Maka hal ini sudah menjadi pil pahit yang harus ditelan.

“Kataya, jika seseorang bilang Demonstran turun dan orang lain menyanggah, tugas wartawan bukan untuk mengutip dan mengadu omongan keduanya. Tugas wartawan adalah keluar ruangan dan mengecek sendiri kebenarannya.

Saya cocok dengan petuah ini. Kadang wartawan memang perlu keluar ruangan, bukan hanya untuk memastikan kebenaran Demonya, tapi juga untuk mengetahui seberapa Jumlah dan seberapa parah dampak yang ditimbulkan. Bikin ceos atau sekadar hanya bikin macet? Saksikan, alami, dan ceritakan. Sederhana saja.

Namun ketika terdapat kejadian Demontrasi yang mengakibatkan keos atau kerusuhan, wartawan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan hingga kekerasan, baik di sengaja atau tidak disengaja itu merupakan resiko yang harus dihadapi oleh para wartawan.

Pesan pesannya

Hal tersebut berdampak pada jeleknya stigma anggota DPR maupun Kesekjenan terhadap profesi wartawan. Sehingga secara tidak langsung akan menurunkan marwah seorang wartawan.

Namun menurut saya menjadi seorang wartawan yang melaksanakan jurnalis di DPR RI merupakan hal yang cukup menantang. Selain itu bepergian kesana kemari lalu bertemu dengan para petinggi negri ini mulai dari Pimpinan maupun anggota DPR maupun para menteri, Kapolri dan Panglima TNI dan orang-orang baru merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya.****

Pos terkait