Fajarasia.id – Polusi udara DKI Jakarta semakin hari semakim memburuk, hingga mengancam kehidupan masyarakat lingkup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi DKI Jakarta Erni Pelita Fitratunnisa mengatakan, hujan pun tidak mengurangi polusi udara.
“Kalaupun saat ini ada hujan yang intensitasnya tidak terlalu besar, belum dapat berpengaruh. Untuk mengubah atau menurunkan konsentrasi polutan di udara,” kata Erni, Kamis (24/8/2023).
Dia mengngkap hal tersebut, dalam acara daring Forum Diskusi Denpasar 12. Bertajuk “Perbaikan Kualitas Udara di Kota-Kota Besar Indonesia”.
Erni juga mengungkap kualitas udara di bawah 100, berdasarkan indeks udara Stasiun Pengukur Kualitas Udar (SPKU), pada lima wilayah kota adiminstrasi Jakarta. Yaitu, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
“Tercatat, per Rabu pukul 14.00 WIB kualitas udara memiliki indeks di bawah 100, atau menunjukkan kondisi sedang,” ucap Erni. Sementara di Jakarta Timur, tepatnya di Lubang Buaya, memiliki indeks 105 atau kondisi udara tidak sehat.
“Salah satunya, dalam radius sekitar 300 sampai 350 meter itu, ada kegiatan home industry yang bahan bakarnya menggunakan arang. Penggunaan arang sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran kualitas udara dari SPKU di Lubang Buaya,” kata Erni.
“Kemudian, ada kegiatan pembangunan jalan. Sehingga, debu dan lain sebagainya juga berpengaruh,” katanya.****





