Kenakan Sarung Saat Jadi Irup, Cucun Tegaskan Wajah Nasionalisme ala Kaum Pesantren

Kenakan Sarung Saat Jadi Irup, Cucun Tegaskan Wajah Nasionalisme ala Kaum Pesantren

Fajarasia.id — Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Cucun Ahmad Syamsurijal, menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Upacara yang digelar pada Sabtu (17/8/2025) tersebut berlangsung unik karena seluruh peserta, termasuk santri, petugas paskibra, hingga inspektur upacara, kompak mengenakan sarung sebagai simbol identitas pesantren.

Cucun menilai, upacara kemerdekaan di pesantren memiliki makna tersendiri. Ia menyebut santri mampu menunjukkan rasa cinta tanah air tanpa meninggalkan jati diri sebagai seorang muslim. “Paling pertama adalah bagaimana mereka menunjukkan rasa cinta tanah air melalui pemahaman lagu-lagu nasional. Saat ini sudah jarang anak-anak yang mau menghafal, bahkan tahu makna kemerdekaan 17 Agustus 1945,” ujarnya kepada Wartawan usai penyelenggaraan upacara.

Selain itu, Cucun menyoroti pentingnya pemahaman tata upacara bendera yang kini mulai luntur di banyak sekolah. Ia menyinggung hasil survei yang menunjukkan sekitar 60 persen sekolah, baik negeri maupun swasta, sudah tidak lagi rutin melaksanakan upacara setiap hari Senin. Hal ini, menurutnya, berdampak pada melemahnya kesadaran generasi muda terhadap dasar-dasar kebangsaan.

“Banyak (generasi muda) yang lupa dengan pembukaan UUD 1945, lupa Pancasila, bahkan teks Proklamasi yang semestinya menjadi ruh setiap peringatan Hari Kemerdekaan. Tapi di sini saya melihat santri masih menjaga itu semua,” jelas Politisi PKB tersebut.

Cucun mengapresiasi kekhasan upacara di Pesantren Sa’adatuddaroin, terutama saat melihat Paskibra dan para petugas menggunakan sarung. Bahkan, dirinya pun turut menyesuaikan diri dengan mengenakan sarung sebagai bentuk penghormatan. “Inilah upacara unik yang harus terus dikembangkan di pesantren-pesantren. Semoga semangat nasionalisme dan cinta tanah air tetap tumbuh kuat di hati para santri,” pungkasnya.****

Pos terkait