Fajarasia.id – Kemenaker RI mengaku, angka pengangguran di Indonesia tahun 2023 turun 0,2 persen. Diketahui, tingkat pengangguran Indonesia per-Agustus 2023 sebesar 5,32 persen sebanyak 7,86 juta orang.
“Sekarang angka pengangguran berkurang sebesar 0,2 persen dan ini kecil sekali. Akan tetapi, saat Covid-19 kemarin dampak yang ditimbulkan luar biasa terhadap bidang usaha yang ada di Indonesia,” kata Wamenaker RI Afriansyah Noor, Selasa (12/3/2024).
Pengangguran pada masa Covid-19 itu, menurut Afriansyah, diakibatkan dari pengurangan atau pemberhentian karyawan secara besar-besaran. Teruntuk sekarang ini, pengangguran diakibatkan oleh jenjang pendidikan yang tidak memenuhi standarisari perusahaan.
“Sekarang ini data yang kita peroleh dari kualitas angkatan kerja bahwa sebagian besar berpendidikan rendah. Yaitu SMP ke bawah sebesar 54 sekian persen,” ucapnya.
Kemudian, kata Afriansyah, masyarakat dengan pendidikan rendah yang bekerja di sektor informal menembus 59,11 persen. Hasilnya, produktivitas yang dihasilkannya sangat rendah.
“Ini yang harus dipikirkan oleh Kemenaker serta kementrian dan lembaga lain, agar memperhatikan peningkatan sumber daya manusia. Di bidang skill dan kompetensi, berdasarkan data, banyak angka yang pendidikannya menengah ke bawah dan pada usia produktif,” ujarnya.****





