Fajarasia.id – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengajak sivitas akademika Central China Normal University (CCNU) untuk turut berperan dalam pembangunan kawasan transmigrasi di Papua. Ajakan tersebut disampaikan dalam kuliah umum yang digelar di kampus CCNU, Wuhan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan dan pembangunan lintas negara.
Dalam pidatonya, Menteri Iftitah memaparkan visi besar Indonesia untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan. Papua, menurutnya, merupakan wilayah yang kaya potensi namun masih menghadapi tantangan pembangunan.
Papua sebagai Simbol Keadilan dan Kemajuan “Papua adalah cerminan janji dan tantangan. Wilayah ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun masyarakatnya masih membutuhkan akses yang lebih luas terhadap kemajuan,” ujar Iftitah.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur, melainkan tentang pemberdayaan manusia. Dalam konteks ini, sumber daya manusia menjadi aset paling berharga bagi kemajuan bangsa.
Peran Strategis Akademisi dan Mahasiswa Menteri Iftitah menyampaikan apresiasinya terhadap peran universitas seperti CCNU dalam membentuk karakter dan kebijaksanaan generasi muda. Ia berharap mahasiswa dan akademisi Tiongkok dapat berkontribusi dalam pembangunan Papua melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan industri yang menghormati nilai-nilai lokal.
“Kami mengajak Tiongkok untuk bergabung dalam misi ini—membangun sekolah, rumah sakit, dan pusat industri yang berakar pada budaya dan keadilan lokal,” tuturnya.
Transmigrasi 5.0 sebagai Model Kolaboratif Dalam kesempatan tersebut, Menteri Iftitah juga memperkenalkan konsep “Transmigrasi 5.0” sebagai pendekatan pembangunan yang mengedepankan kolaborasi, keberlanjutan, dan kesejahteraan manusia. Ia menyebut bahwa Papua dapat menjadi contoh nyata dari industrialisasi yang inklusif dan berkeadilan.
Ajakan ini menjadi bagian dari diplomasi pembangunan Indonesia yang mengedepankan kemitraan global untuk mewujudkan transformasi sosial di wilayah-wilayah tertinggal, khususnya di kawasan timur Indonesia.****





