Kemensos Siapkan Pelatihan Penerima Manfaat Kembangkan Usaha di Kaltara

Kemensos Siapkan Pelatihan Penerima Manfaat Kembangkan Usaha di Kaltara

Fajarasia.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengaku bakal memberikan pelatihan untuk penerima manfaat bantuan di Tarakan, Kalimantan Utara yang ingin mengembangkan usahanya. Salah satunya mengolah potensi perikanan yang begitu besar dimiliki provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat menyalurkan bantuan sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) pada para penerima manfaat di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (25/1/2023) kemarin.

“Iya, makanya itu nanti kalau ada yang tertarik, maka kita akan siapkan untuk pelatih, untuk mengolah ikan itu bukan hanya sekedar jual ikan,” katanya melalui rilis yang diterima< Kamis (26/1/2023).

Risma meyakini mengolah hasil perikanan hingga memiliki nilai tambah yang lebih akan membuka lapangan kerja baru. Sebab dengan adanya aktivitas tersebut, maka akan membuat rantai ekonominya semakin panjang.

Sehingga Ia menekankan bantuan yang diberikan oleh pemerintah akan semakin terasa dampaknya, bahkan untuk masyarakat di sekitar penerima manfaat.

“Ikan itu diolah dijual dalam bentuk makanan jadi, maka mata rantainya nelayan ke pedagang atau dari ini (nelayan) ke pengolah, kemudian pengolah baru ke pembeli. Jadi mata rantainya lebih panjang, artinya adalah ada perputaran ekonomi yang lebih panjang, yang orang-orang bisa bekerja,” ucapnya.

Sebelumnya, Mensos, Risma mendorong agar para keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara tak hanya sekedar menerima bantuan sosial tapi menjadi wirausaha mandiri. Sehingga para KPM menjadi lebih tangguh secara ekonomi lewat Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Kemensos.

Risma melihat Kalimantan Utara memiliki banyak potensi kekayaan alam yang bisa dikembangkan, seperti salah satunya hasil perikanan. Ia ingin para KPM memanfaatkan peluang itu, mengolah hasil perikanan menjadi produk-produk yang bernilai tinggi.

Tentunya, kata dia, dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti pengemasan hingga ragam pengolahannya. “Artinya ada nilai keuntungan lagi diluar itu. Ini yang sedang kita upayakan sehingga income mereka bertambah besar,” ucapnya.****

Pos terkait