Fajarasia.co – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyatakan, persiapan mudik Lebaran hingga saat ini sudah mencapai 100 persen.
“Sudah 100 persen tinggal realisasi,” jelas Budi, Sabtu (16/4/2022).
Menurutnya, pemerintah sudah sering menerapkan contraflow (lawan arus) saat mudik Lebaran. Untuk itu ia berharap, semua berjalan dengan lancar dan aman.
Sementara, kata dia, sistem ganjil-genap baru akan diterapkan tahun 2022 saat pandemi covid-19. Namun, kata dia, sebenarnya gagasan pemberlakuan ganjil-genap sudah ada sejak tahun 2019.
“Contraflow akan diberlakukan mulai dari Kilometer (Km) 70 sampai dengan Km 63, Km 40. Ya, pokonya nanti kita menyesuaikan dengan keadaan juga,” imbuh Budi.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei tentang potensi pemudik pada mudik Lebaran tahun 2022 yang dilakukan oleh Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub), potensi pemudik mencapai 79.4 orang dan sebanyak 40 juta diantaranya akan memilih menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.
Pilihan moda transportasi terbanyak kedua setelah kendaraan pribadi yaitu angkutan jalan (bus dan penyeberangan) sebanyak 26.7 juta orang, pesawat udara 8.9 juta orang, kereta api 8.2 juta orang, kapal, 1.4 juta, dan angkutan lainnya 0.1 juta orang.
“Dari 79.4 juta orang yang diprediksi mudik, sebanyak 13 juta orang berasal dari Jabodetabek,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi.
Menhub Budi Karya mengungkapkan, untuk provinsi tujuan yang paling dominan akan dituju para pemudik yakni Jawa Tengah sebanyak 23.5 juta, Jawa Timur sebanyak 16.8 juta dan Jawa Barat sebanyak 14.7 juta, dan untuk jalur perjalanan yang paling dipilih adalah melalui jalan tol Trans Jawa, jalur lintas Jawa Tengah, Tol Cipularang, jalur Pantura, jalan Trans Sumatera serta beberapa ruas jalan lainnya, dengan waktu perjalanan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 29 hingga 30 April dan arus balik diperkirakan terjadi hingga tanggal 8 Mei 2022.***




