Fajarasia.id – Irjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Kita sudah tahu penyakitnya apa. Beras naik, jagung naik, tepung naik, bawang putih naik,” kata Tomsi, Selasa (20/2/2024).
Ia meminta Pemda dan stakeholder terkait untuk melakukan penanganan secara serius, agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) secara umum terdapat sejumlah komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi sepanjang Februari 2018-2023
Mulai dari beras, bawang putih, cabai merah, bawang merah, cabai rawit, ikan segar, dan daging ayam ras. Sedangkan secara kumulatif hingga minggu ketiga Februari 2024 terjadi kenaikan harga cabai merah di 230 kabupaten/kota.
Adapun harga rata-rata cabai merah di seluruh Indonesia saat ini mencapai Rp55.359 per kilogram. Sementara untuk kenaikan harga beras pada minggu ketiga Februari 2024 terjadi di 179 kabupaten/kota.
Yaitu dengan kisaran harga rata-rata nasional mencapai Rp14.380 per kilogram. Selanjutnya, untuk telur ayam ras juga terjadi kenaikan harga di 182 kabupaten/kota.
Dengan kisaran harga rata-rata nasional mencapai Rp30.118 per kilogram. “Nah, ini ada kenaikan yang sudah disampaikan tadi yang harus kita waspadai,” ujar Tomsi.
Selain kenaikan harga komoditas pangan, pada rakor tersebut Tomsi juga mencermati 10 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi. Yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, Gorontalo, Maluku Utara (Malut), Maluku, Papua Pegunungan, Sulawesi Utara (Sulut), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Berikutnya Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Selatan (Sumsel). Kemudian untuk 10 provinsi di Indonesia dengan tingkat inflasi terendah yaitu Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Papua Barat Daya.
Selanjutnya Papua, DKI Jakarta, Kalimantan Utara (Kaltara), Aceh, Sumatera Utara (Sumut). Terakhir Sulawesi Barat (Sulbar), Riau, dan Sulawesi Selatan (Sulsel).****





