fajarasia.id – Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul Zelda Wulan Kartika menyampaikan beberapa program kerja sama Indonesia-Korea Selatan. Ini yang akan diadakan sepanjang tahun 2024.
Zelda mengatakan bahwa kerja sama yang erat dan solid antara Indonesia dan Korea Selatan akan memberi manfaat. Khususnya bagi kedua negara dan masyarakat, kawasan, dan dunia.
“Kami juga akan mendorong kerja sama mengenai sertifikasi halal. Terutama setelah akreditasi dua entitas Korea oleh otoritas Halal Indonesia untuk menerbitkan sertifikasi halal yang diakui bersama,” kata Zelda, Rabu (31/1/2024).
Dia mengungkapkan dalam bidang keamanan, akan diselenggarakan acara seperti dialog strategis antara Wakil Menteri Luar Negeri dan pertemuan bilateral pejabat senior (SOM) Indonesia-Korea Selatan. Sebagai pertemuan pendahuluan tingkat menteri pada pertemuan Komisi Gabungan Kelima.
“Selain itu KBRI Seoul akan menjadi tuan rumah pertemuan pada Indonesianis di Korea Selatan. Ini untuk berbagi pengetahuan dan keahlian kebijakan untuk membangun kapasitas dan meningkatkan kesadaran di kawasan,” ujarnya.
Indonesia juga akan memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi dan perdagangan dengan Korea Selatan dengan memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA). Sekaligus Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang berlaku sejak 2023.
Dalam bidang pendidikan, Zelda menyampaikan bahwa KBRI Seoul akan terus membina program kerja sama dan pertukaran budaya. Seperti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Korea dan pelaksanaan proyek Rumah Indonesiana.
Zelda juga menyebutkan bahwa Indonesia-Korea telah menandatangani nota kesepahaman (MoU). Ini untuk meningkatkan perlindungan bagi pelaut Indonesia yang bekerja di kapal Korea Selatan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia dan Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan untuk menyelesaikan pengaturan pelaksanaannya,” ucapnya.***





