Fajarasia.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah HMS Anson, kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, terdeteksi berada di Laut Arab bagian utara. Kapal canggih ini berangkat dari Perth pada 6 Maret dan kini mengambil posisi strategis di perairan dalam.
HMS Anson dilengkapi rudal jelajah Tomahawk Block IV dengan jangkauan hingga 1.000 mil serta torpedo Spearfish, menjadikannya salah satu aset militer paling berbahaya Inggris. Kehadirannya disebut memberi kemampuan serangan langsung terhadap target di Iran jika konflik memanas.
Langkah ini terjadi setelah Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris di Timur Tengah untuk operasi ofensif, bukan sekadar pertahanan. Kebijakan tersebut diambil dengan alasan melindungi jalur pelayaran internasional dari ancaman Iran di Selat Hormuz.
Sumber pertahanan menyebut HMS Anson dapat beroperasi secara diam-diam selama berminggu-minggu, dengan komunikasi rutin ke markas militer Inggris di London. Kapal selam ini mampu berlayar keliling dunia tanpa perlu muncul ke permukaan berkat reaktor nuklirnya, meski persediaan makanan hanya cukup untuk tiga bulan bagi 98 awak.
Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan detail terkait lokasi dan operasi kapal selam tersebut, namun menegaskan pemantauan di wilayah Laut Arab terus dilakukan. Kehadiran HMS Anson diyakini menjadi sinyal kuat bahwa Inggris siap meningkatkan peran militernya di kawasan jika eskalasi konflik tak terhindarkan.***




