Fajarasia.id – Demokrat berusaha mengatasi salah satu kelemahan politik terbesar mereka selama Konvensi Nasional Demokrat (DNC), Rabu (21/8/2024). Mereka menghadapi kritik Partai Republik terkait kebijakan imigrasi, seperti dikutip dari BBC News.
Mereka memuji upaya pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris dalam mengurangi imigrasi illegal. Termasuk kebijakan yang memungkinkan deportasi cepat bagi migran tanpa memproses klaim suaka mereka.
Kamala Harris dipuji sebagai sosok tangguh dalam menangani isu ini, meskipun Trump dan sekutunya sering mengkritiknya sebagai “czar perbatasan yang gagal”. Jumlah penyeberangan ilegal di perbatasan telah menurun selama lima bulan berturut-turut, yang diklaim Demokrat sebagai keberhasilan kebijakan mereka.
Sebuah jajak pendapat menunjukkan mayoritas pemilih percaya penyeberangan akan menurun di bawah Trump. Tetapi beberapa Demokrat menekankan bahwa perbatasan memang bermasalah dan perlu diperbaiki.
Tom Suozzi, seorang anggota Kongres Demokrat, menyatakan bahwa partainya sekarang lebih tegas dalam isu keamanan perbatasan dan berkomitmen untuk bekerja lintas partai. Chris Murphy, seorang senator Demokrat, menuduh Trump sengaja menghalangi upaya memperbaiki perbatasan untuk memecah belah negara.
Pete Aguilar, ketua Kaukus Demokrat di DPR, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Harris, Demokrat bisa mencapai keseimbangan antara keamanan perbatasan dan membangun Amerika yang inklusif. Beberapa delegasi DNC menyarankan bahwa meskipun imigrasi penting, banyak pemilih lebih fokus pada masalah sehari-hari seperti layanan kesehatan dan pekerjaan.
Di Chicago, tempat banyak migran tiba dalam dua tahun terakhir, warga menyatakan simpati meskipun ada kekhawatiran tentang beban pada sumber daya lokal. Yelitza, seorang migran asal Venezuela, mengungkapkan kesulitan yang dialami selama perjalanan ke AS dan merasa bahwa politisi tidak memahami alasan sebenarnya mengapa orang seperti dirinya melarikan diri dari negara asal mereka.****





