Fajarasia.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya sempat menelepon Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), beberapa hari setelah pecahnya perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran. Dalam percakapan itu, Jokowi menanyakan soal kemungkinan berakhirnya perang dan dampaknya terhadap harga minyak dunia.
“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, nggak pasti dan nggak jelas,” kata Jokowi dalam sambutannya di acara halalbihalal dan anniversary ke-1 Youtuber Nusantara serta konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Solo.
Jokowi juga menanyakan soal harga minyak yang terus melonjak, namun MBZ menyebut kalkulasi harga sangat rumit dan sulit diprediksi. Bahkan ketika Jokowi kembali menghubungi salah satu menteri UEA, jawaban yang diterima tetap sama: tidak ada kepastian kapan perang berakhir maupun harga minyak kembali normal.
“Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini,” ujar Jokowi.
Perang di Timur Tengah memang telah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, menambah ketidakpastian global yang berdampak langsung pada perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.***





