Jepang Pinjamkan Dana Pembiayaan Jalur Timur-Barat MRT

Jepang Pinjamkan Dana Pembiayaan Jalur Timur-Barat MRT

Fajarasia.id – Indonesia dan Jepang melakukan Pertukaran Nota Pinjaman Rencana Jalur Timur-Barat Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta (Fase 1 Tahap 1). Penandatanganan dilakukan Duta Besar Jepang untuk Indonesia dan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI.

Penandatanganan pertukaran nota oleh Masaki Yasushi dan Abdul Kadir Jailani itu senilai JPY140.699 miliar. Pembangunan jalur MRT timur ke barat diharapkan akan semakin mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Dengan pembangunan Jalur Timur-Barat MRT akan meningkatkan kapasitas angkutan penumpang ke timur, barat, selatan dan utara. Kami akan bekerja sama secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan penting di Indonesia,” kata Dubes Masaki dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (14/05/2024).

Sejak jalur Utara-Selatan MRT dibuka Maret 2019 dengan bantuan ODA Jepang, MRT menjadi infrastruktur transportasi penting. Hal ini juga mendukung kegiatan ekonomi dan aktivitas warga Jakarta.

“Seperti mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah metropolitan Jakarta, memperbaiki iklim investasi. Bahkan mengurangi dampak lingkungan dan memerangi perubahan iklim,” kata Masaki, mengungkapkan.

Persyaratan khusus untuk kemitraan ekonomi (STEP), lanjut Masaki, akan diberlakukan untuk proyek ini. Selain itu, teknologi Jepang akan digunakan untuk konstruksi terowongan bawah tanah, sarana perkeretaapian, dan sistem sinyal.

Adapun STEP merupakan persyaratan pemanfaatan teknologi Jepang yang ditetapkan pada Juli 2002. Ini untuk memanfaatkan teknologi dan pengetahuan Jepang yang unggul.

Kemudian, untuk mempromosikan bantuan nyata Jepang melalui transfer teknologi ke negara-negara berkembang. Sementara, batasan pinjaman JPY140.699 miliar memiliki suku bunga 0,3 persen (termasuk 0,2 persen per tahun untuk konsultan).

Di mana, masa pengembalian pinjaman selama 40 tahun. Ini termasuk masa tenggang selama 10 tahun.***

Pos terkait