Fajarasia.id – Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi mengatakan jenis pemeriksaan CGK Sekolah disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Ia mengatakan siswa SD akan menjalani 13 jenis pemeriksaan, seperti gizi, tekanan darah, mata, telinga, dan kesehatan mental.
Pemeriksaan tersebut juga mencakup status imunisasi dan kebugaran fisik. “Untuk siswa SD tidak ada pengambilan darah dan suntik, jadi tidak perlu takut,” ujar Maria saat sesi konferensi pers secara daring, Kamis (31/7/2025).
Sementara siswa SMP menjalani 15 pemeriksaan, termasuk skrining anemia dan talasemia melalui tes darah di ujung jari. kemudian untuk jenjang SMA terdapat 14 pemeriksaan, ditambah aspek kesehatan reproduksi.
Maria menjelaskan tindak lanjut hasil pemeriksaan akan dibagi dua, yakni individu dan kelompok. Bila ditemukan tren obesitas atau kurang bugar, puskesmas dan sekolah akan menyusun program edukasi bersama.
Pemeriksaan CGK dilakukan di dua ruangan serta lapangan sekolah. “Satu ruangan untuk aspek fisik, satu lagi untuk sensorik,” ucapnya.
Sementara lapangan sekolah digunakan untuk pemeriksaan kebugaran jasmani siswa oleh guru PJOK. Pemeriksaan dilakukan kolaboratif oleh tenaga kesehatan puskesmas dan guru sekolah.
Maria mengatakan, setiap kegiatan diawali persiapan teknis selama tujuh hari oleh puskesmas dan pihak sekolah. Persiapan tersebut meliputi pembagian kuisioner kepada siswa dan orang tua serta koordinasi teknis lapangan.
“Anak-anak SMP dan SMA bisa mengisi sendiri. Untuk yang SD dibantu oleh orang tua,” ujar Maria.****





