Jawa Timur Belum Penuhi Target Imunisasi Polio

Jawa Timur Belum Penuhi Target Imunisasi Polio

Fajarasia.id – Beberapa daerah di Jawa Timur masih belum memenuhi target pencapaian imunisasi polio. Data tersebut dipaparkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu.

Persentase sasaran adalah 103,7 persen, sementara persentase data ril masih 99,2 persen. Data tersebut dirangkum dari hasil capaian imunisasi tambahan polio yang telah berlangsung selama sepekan.

“Dampaknya tentu beresiko kalau masih ada virus di lingkungan, itu masih berpotensi menular. Jadi, ini harus kami sosialisasikan terus,” kata Maxi dalam Konferensi pers ‘Update Pelaksanaan Sub-PIN Polio’ yang dikutip Jumat (26/1/2024).

“Kami datang ke Madura langsung. Saya senang karena sosialisasinya dibantu mahasiswa UNAIR terjun langsung dan forum anak di Jawa Timur juga datang,” katanya.

Sebelumnya Kemenkes membantah mendapat laporan ada masyarakat yang anti terhadap vaksin polio. Bantahan tersebut disampaikan Maxi di Jakarta , Rabu (17/1/2024).

“Sampai saat ini kami belum menemukan resistensi, karena vaksin polio kan boleh dibilang halal. Jadi (ini-red) nggak ada masalah,” kata Maxi.

Meski tidak mendapat laporan kelompok masyarakat yang antivaksin, menurutnya, masih ada daerah yang resisten terhadap vaksin. Ia menjelaskan salah satunya adalah daerah Madura, Jawa Timur.

Sejak 15 Januari 2024, pemerintah memulai Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio. Imunisasi polio tambahan ini kembali digalakkan menyusul Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Jawa Tengah dan Jawa Timur.***

Pos terkait