Fajarasia.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta Bedug Festival di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jumat malam (20/3), sebagai bagian dari rangkaian Car Free Night menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya merawat tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi kota. “Dentuman bedug yang menggema menjadi simbol semangat kebersamaan dan kekuatan tradisi dalam menyambut hari kemenangan,” ujarnya.
Festival menghadirkan sekitar 1.000 bedug dari 261 kelurahan di Jakarta, ditambah peserta dari daerah lain seperti Banten dan Sumatera Barat. Selain itu, sekitar 3.000 peserta turut meramaikan Pawai Obor Elektrik yang melibatkan pelajar, komunitas, dan masyarakat umum.
Acara juga menampilkan parade kendaraan hias dari Monas hingga Bundaran HI dengan ornamen Ramadan dan Idulfitri, memadukan budaya Betawi dengan sentuhan modern. Pertunjukan air mancur bertema “Jakarta: Rhythm of the Fountain” menjadi atraksi tambahan yang diharapkan menarik minat warga maupun wisatawan.
Pramono menekankan, festival ini memiliki dimensi ekonomi selain kultural. Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi magnet wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian lokal. Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin turut mengapresiasi acara ini sebagai jawaban atas kerinduan warga terhadap perayaan di ruang publik.
Meski demikian, ia mengingatkan perlunya pengelolaan matang terkait arus lalu lintas dan keamanan mengingat skala besar acara.




