Fajarasia.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, program ini memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di daerah.
“Program MBG tetap relevan dan bermanfaat. Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Irma di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Irma menilai bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini yang mencapai lebih dari 80 persen menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan yang diambil.
Selain MBG, Irma juga menyoroti program Magang Nasional yang menyasar lulusan baru serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa inisiatif seperti CKG dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) berpotensi menekan anggaran kuratif yang selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan bahwa hingga 20 Oktober 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 36 juta penerima manfaat. Sasaran program mencakup anak-anak usia PAUD, pelajar dari jenjang SD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
BGN juga mencatat keberadaan lebih dari 12.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. SPPG berfungsi sebagai dapur komunitas yang menyediakan makanan bergizi dengan standar keamanan dan kebersihan yang ketat.
“Jumlah SPPG yang aktif menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan merata dan efektif,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Dadan menambahkan bahwa ekspansi SPPG terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan daerah, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), agar pemerataan gizi dapat tercapai secara nasional.****




