Fajarasia.id – Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik yang terus memanas dengan Israel dan Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan akan terus memburu Netanyahu, bahkan menyebut kemungkinan sang PM telah meninggalkan Israel bersama keluarganya.
“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan mengejarnya hingga akhir,” tulis IRGC melalui laman resmi mereka, Sepah News.
Ketegangan meningkat setelah serangan udara Israel dan AS menghantam sejumlah lokasi di provinsi Isfahan. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke Israel dengan dampak yang dilaporkan terjadi di kota Holon.
Tak berhenti di situ, Teheran juga mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika di Irak, Bahrain, dan Kuwait. Juru bicara militer Iran menyebut drone mereka kini aktif memburu pasukan AS di kawasan. “Drone kami akan menyerang secara presisi setiap target militer Amerika,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran sempat menghubunginya terkait potensi kesepakatan, meski syarat yang diajukan dianggap belum memadai. Trump juga menyerukan negara-negara sekutu untuk mengirim kapal perang guna mengamankan jalur vital Selat Hormuz yang ditutup Iran.
Situasi yang kian panas ini menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, dengan ancaman langsung terhadap pemimpin Israel dan serangan drone yang menyasar tentara Amerika.****






