Iran Ancam Perang Skala Penuh Jika Ayatollah Khamenei Diserang

Iran Ancam Perang Skala Penuh Jika Ayatollah Khamenei Diserang

Fajarasia.id  – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan, setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai deklarasi perang skala penuh terhadap bangsa Iran.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian lewat unggahan di akun X pribadinya, @drpezeshkian, Senin (19/1/2026). Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyinggung soal kemungkinan mencari pemimpin baru bagi Iran.

“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” tegas Pezeshkian, dikutip AFP.

Sebelumnya, Ayatollah Khamenei menuding aktor-aktor yang terkait dengan AS dan Israel berada di balik gelombang protes anti-pemerintah di Iran. Ia menyebut ribuan orang tewas akibat kerusuhan yang berlangsung lebih dari dua pekan.

Khamenei bahkan menyebut Trump sebagai “kriminal” dan menegaskan bahwa Presiden AS itu terlibat langsung dalam kekerasan yang terjadi selama demonstrasi.

Di sisi lain, Trump membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan telah memutuskan untuk tidak mengebom Iran, namun menyerukan diakhirinya kekuasaan Khamenei yang sudah berlangsung 37 tahun. Trump menilai kepemimpinan Iran bergantung pada penindasan dan kekerasan, sehingga menyebabkan ribuan demonstran tewas.

“Sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran,” kata Trump dalam wawancara dengan Politico. Ia juga menyebut Khamenei sebagai “orang sakit” dan menilai Iran menjadi “tempat terburuk untuk ditinggali” di bawah kepemimpinannya.

Pernyataan saling serang antara kedua pemimpin ini semakin memperuncing konflik politik dan diplomatik Iran-AS. Situasi di Timur Tengah pun kian tidak stabil, dengan Iran menegaskan tidak akan mengampuni “penjahat domestik maupun internasional” yang dianggap berperan dalam kerusuhan.

Otoritas Iran menyebut protes yang terjadi sebagai operasi teroris dan konspirasi Amerika untuk mendominasi Iran secara politik, militer, dan ekonomi.

Pos terkait