Fajarasia.id – Dunia sempat dikejutkan oleh insiden langka ketika Presiden Amerika Serikat George H. W. Bush tiba-tiba jatuh pingsan dan muntah di depan tamu negara saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Tokyo.
Peristiwa terjadi di kediaman resmi Perdana Menteri Kiichi Miyazawa. Dalam rekaman video, Bush yang duduk di meja utama mendadak lemas, muntah ke arah Miyazawa, lalu roboh dari kursinya hingga terjatuh ke lantai. Suasana formal seketika berubah tegang, dengan agen Secret Service dan Miyazawa segera memberi pertolongan.
Bush sempat tak sadarkan diri beberapa menit sebelum akhirnya siuman, tersenyum, dan mengacungkan jempol kepada tamu sebagai tanda kondisinya membaik. Ia kemudian meninggalkan acara untuk beristirahat. Dokter kepresidenan memastikan Bush mengalami gastroenteritis akut, gangguan lambung yang memicu mual hebat.
Keesokan harinya, Bush kembali menjalani agenda kenegaraan. Namun, insiden tersebut menimbulkan dampak politik besar. Rekaman pingsannya tersebar luas, memicu olok-olok media dan acara komedi di AS. Di tahun politik 1992, momen itu memperkuat citra Bush sebagai sosok yang menua dan rapuh, berbanding kontras dengan penantangnya dari Partai Demokrat, Bill Clinton, yang tampil lebih muda dan enerjik.
Meski bukan satu-satunya faktor, insiden Tokyo kerap disebut sebagai simbol melemahnya citra Bush menjelang pemilu. Pada November 1992, ia kalah dalam upaya merebut masa jabatan kedua, sementara Clinton melenggang ke Gedung Putih.****





