Ini Kandidat Capres AS Selain Harris dan Trump

Ini Kandidat Capres AS Selain Harris dan Trump

Fajarasia.id – Kamala Harris dan Donald Trump merupakan dua kandidat utama dari partai besar dalam Pilpres AS 2024. Tetapi ada beberapa orang lainnya yang juga mencalonkan diri, meskipun beberapa orang dari mereka tidak memiliki peluang untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Beberapa dari mereka lebih dikenal berpotensi menarik dukungan dari kandidat Demokrat dan Republik. Melansir dari BBC News, beberapa kandidat selan Harris dan Trump, diantaranya adalah Robert F. Kennedy Jr., Jill Stein, Cornel West, dan Chase Oliver.

Robert F. Kennedy Jr. merupakan seorang mantan pengacara lingkungan yang dikenal karena pandangannya yang menentang vaksin. Ia merupakan keponakan dari mantan Presiden John Kennedy.

Awalnya, ia mencoba untuk mencalonkan diri sebagai bagian dari Partai Demokrat, namun gagal. “Demokrat khawatir saya akan merusak peluang Presiden Biden. Republik khawatir saya akan merusak peluang Presiden Trump,” katanya.

Selama kampanyenya, Kennedy dikritik karena mengulangi teori konspirasi yang telah dibantah sebelumnya. Teori-teori tersebut adalah dugaan hubungan antara vaksin anak-anak dan autisme, serta karena pernah menyamakan mandat vaksin Covid dengan Nazi Jerman.

Pesan ekonominya yang populis dan kritiknya terhadap kedua partai besar awalnya memberinya dorongan dalam jajak pendapat, karena banyak pemilih yang merasa tidak puas dengan Biden atau Trump. Namun, setelah Biden digantikan dengan Harris, popularitasnya menurun ke angka satu digit.

Jill Stein merupakan aktivis dokter yang pernah mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Hijau pada 2012 dan 2016. Stein mendukung undang-undang hak ekonomi yang mencakup akses universal ke layanan kesehatan dan hak atas pekerjaan.

Dia juga berjanji untuk melawan perubahan iklim serta membela akses aborsi dan hak transgender. Ia diperkirakan hanya akan mendapatkan kurang dari 2% suara, tetapi hal ini masih bisa merugikan Harris.

Menurut situs web partai, Stein akan muncul di surat suara di setidaknya 20 negara bagian, tetapi ia belum mengumumkan siapa pasangan cawapresnya. Cornel West merupakan aktivis dan akademisi terkenal yang memulai kampanyenya pada bulan Juni sebagai kandidat dari Partai Rakyat.

Namun, ia berselisih dengan partai tersebut dan mengatakan akan mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Hijau. Tetapi kemudian ia berubah haluan dan mencalonkan diri sebagai independen.

Ia memiliki platform sosialis yang mencakup pendanaan layanan kesehatan publik dan memangkas anggaran pertahanan AS. Pasangan cawapresnya adalah Melina Abdullah, anggota dewan direktur organisasi Black Lives Matter Grassroots.

Ia kesulitan mengumpulkan dana dan diperkirakan hanya akan muncul di surat suara di enam negara bagian. Meski begitu, pencalonan West dianggap bisa menjadi ancaman bagi Harris di negara bagian penting.

Chase Oliver merupakan kandidat dari Partai Libertarian, partai terbesar ketiga di Amerika Serikat dengan cawapres Mike ter Maat. Kampanyenya mendukung penyeimbangan anggaran, menghentikan dukungan militer ke Israel dan Ukraina, menutup semua pangkalan militer AS di luar negeri, dan menghapus hukuman mati.

Partai Libertarian mendukung pemerintahan kecil dan kebebasan individu, biasanya menarik 1-3% suara dari Republik. Kandidat partai ini pada 2020 menerima lebih banyak suara daripada margin kekalahan Trump di tiga negara bagian.***

Pos terkait