Inflasi 2025 Terkendali, Makanan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Inflasi 2025 Terkendali, Makanan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Fajarasia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) per Desember 2025 mencapai 2,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Angka ini masih berada dalam kisaran target pemerintah, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan inflasi bulanan Desember 2025 tercatat 0,64 persen, naik cukup signifikan dibanding November yang hanya 0,17 persen. Sementara inflasi tahun kalender Januari–Desember 2025 juga berada di level 2,92 persen.

“Inflasi tahunan per Desember 2025 disebabkan kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 4,58 persen dengan andil 1,33 persen terhadap inflasi tahunan. Komoditas yang paling berpengaruh adalah:

Cabe merah (andil 0,18 persen)

Ikan segar, cabe rawit, dan beras (masing-masing 0,15 persen)

Daging ayam ras (0,14 persen)

Selain makanan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi, yakni 13,33 persen dengan andil 0,87 persen. Dari kelompok ini, emas perhiasan menjadi komoditas paling dominan dengan kontribusi 0,79 persen.

Menariknya, emas perhiasan tercatat 11 kali menyumbang inflasi terbesar secara bulanan sepanjang 2025.

Inflasi Merata di Seluruh Provinsi
BPS mencatat seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada Desember 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh sebesar 3,6 persen, sedangkan terendah di Maluku Utara hanya 0,05 persen.

Meski ada lonjakan di akhir tahun, laju inflasi 2025 dinilai masih terkendali. Pemerintah menargetkan inflasi berada di kisaran 2,5 persen ±1 persen, dan capaian 2025 masih sesuai dengan sasaran tersebut.

Pos terkait