Fajarasia.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kompak menolak proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7% pada 2026. Keduanya menegaskan optimisme bahwa ekonomi nasional masih mampu tumbuh di atas 5%.
Airlangga menyebut proyeksi Bank Dunia terlalu pesimistis. Ia menegaskan kuartal pertama 2026 saja diperkirakan tumbuh 5,5%, sementara akhir tahun bisa mencapai 5,4% sesuai target APBN.
“Semua ini masih tergantung kondisi geopolitik, tapi kita optimis ekonomi tetap tangguh,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Lebih keras, Purbaya menilai Bank Dunia salah hitung. Menurutnya, jika kuartal pertama saja bisa 5,5–5,6%, maka sulit membayangkan rata-rata tahunan hanya 4,7%.
“World Bank sudah menimbulkan sentimen negatif. Kalau harga minyak kembali normal, mereka pasti ubah prediksi. Saya tunggu permintaan maaf mereka,” tegasnya.
Bank Dunia sebelumnya menurunkan proyeksi pertumbuhan Indonesia akibat dampak perang di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia. Namun pemerintah yakin fundamental ekonomi RI tetap kuat dan mampu bertahan menghadapi guncangan global.***





