Fajjarasia.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) yang diberikan kepada Indonesia mencerminkan penghargaan atas reputasi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia.
“Posisi wakil panglima ini merupakan bentuk penghormatan terhadap track record Indonesia, serta reputasi prajurit kita di berbagai medan penjagaan perdamaian,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Washington DC, Jumat (20/2).
Dalam struktur ISF, Amerika Serikat ditunjuk sebagai Panglima karena kontribusi personel terbesar, sementara Indonesia dipercaya menduduki jabatan Wakil Panglima Operasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia mengirim sekitar 8.000 personel, dengan kemungkinan penambahan lebih lanjut.
Total personel ISF yang akan ditempatkan di Gaza diperkirakan mencapai 20.000 tentara dan 12.000 polisi. Menlu menegaskan bahwa pasukan Indonesia akan berfokus pada misi kemanusiaan, melindungi masyarakat sipil, dan tidak dilibatkan dalam operasi militer menghadapi pihak berkonflik.
Dalam pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington DC, Panglima ISF Mayjen Jasper Jeffers mengumumkan tawaran posisi Wakil Panglima ISF kepada Indonesia. Presiden Prabowo Subianto kemudian mengonfirmasi penerimaan tawaran tersebut dan memastikan akan menunjuk perwira terbaik untuk mengisi jabatan strategis itu.
“Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” kata Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.***




