Indonesia Harus Contoh Jepang dalam Membangun Sepak Bola

Indonesia Harus Contoh Jepang dalam Membangun Sepak Bola

Fajarasia.id – Indonesia harus harus mencontoh Jepang dalam membangun sepak bola jangka panjang. Pemerhati Sepak Bola Ignatius Indro mengatakan, Jepang memulai reformasi besar-besaran sejak 1993 dengan lahirnya J.League.

Menurut Indro, Jepang melakukan investasi besar pada akademi usia dini yang terintegrasi dengan sekolah. Selain itu, mempunyai pelatih lokal berkualitas tinggi dan berlisensi dan melakukan pengiriman pemain muda ke Eropa sejak usia belia.

Ditambah lagi, Jepang memiliki liga domestik yang stabil, profesional, dan kompetitif. Hasilnya baru terlihat setelah 10-15 tahunn.

“Tapi hari ini mereka panen: pemain seperti Takefusa Kubo, Wataru Endo, Kaoru Mitoma, hingga Ritsu Doan adalah produk sistematis. Mereka bukan hasil dadakan,” kata Indro Sabtu (14/6/2025).

Sementara itu, Indonesia masih berkutat pada solusi instan, dengan menaturalisasi pemain diaspora dan keturunan. “Timnas dibentuk dari kumpulan “talenta terbaik”, bukan hasil sistem pembinaan”” ujarnya.

Ia menilai program naturalisasi yang dibangun PSSI bukan program yang salah. Hanya saja, tanpa pondasi yang kuat, hasilnya tidak akan bertahan lama.

“Kita bisa lolos ke putaran ke-4 kualifikasi Piala Dunia karena bantuan pemain naturalisasi. Tapi ketika menghadapi tim yang dibangun dengan sistem, kelemahan kita terbuka lebar, seperti yang terlihat saat melawan Jepang,” ucapnya.

Lebih lanjut Indro memgatakan, Jepang menunjukkan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kejayaan. Naturalisasi bisa menjadi pelengkap, tapi tidak bisa jadi strategi utama.

PSSI, kata Indro, harus mulai berani berinvestasi pada pembinaan jangka panjang. Yakni dengan membenahi liga secara menyeluruh, dan mempercayai pelatih-pelatih muda serta pemain lokal sejak usia dini.

“Kalau tidak, kita akan terus mengulang pola: euforia sesaat. Lalu realitas pahit datang mengetuk,” ucap Indro.

Selain itu, kata dia, tim seperti Jepang akan selalu jadi cermin dan bukan lawan sepadan. Bukan karena mereka lebih berbakat.

“Ini karena mereka lebih bersungguh-sungguh membangun (sepakbolanya),” ujar Indro yang juga Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI). Timnas Jepang lolos putaran final Piala Dunia 2026, garuda masih memasuki putaran empat.*****

Pos terkait