Houthi Gabung Iran, Konflik Timur Tengah Memanas

Houthi Gabung Iran, Konflik Timur Tengah Memanas

Fajarasia.id – Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin meluas setelah kelompok Houthi dari Yaman resmi bergabung dalam serangan. Langkah ini menandai eskalasi baru yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan sekaligus perekonomian global.

Mengutip laporan internasional, Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke sejumlah lokasi militer sensitif di Israel dan berjanji melanjutkan operasi hingga “agresi” berakhir. Masuknya Houthi, sekutu dekat Iran, juga menimbulkan ancaman serius terhadap jalur perdagangan vital di Laut Merah, khususnya Selat Bab al-Mandab.

Sementara itu, serangan rudal dan drone dilaporkan mengenai pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai sedikitnya 12 tentara AS. Bandara internasional Kuwait juga mengalami kerusakan sistem radar akibat serangan drone.

Pakistan berencana menggelar pertemuan negara-negara besar Timur Tengah pada Senin mendatang untuk mencari solusi regional. Namun, pertemuan tersebut tidak melibatkan pihak yang bertikai, sehingga menimbulkan keraguan atas klaim kemajuan diplomatik yang disampaikan AS.

Pengamat menilai keterlibatan Houthi memperparah risiko penutupan jalur energi global, terutama setelah Iran menutup hampir total Selat Hormuz. Jika Selat Bab al-Mandab juga terganggu, dampaknya terhadap perdagangan internasional dan harga energi diperkirakan akan sangat besar.****

Pos terkait