Fajarasia.id – Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan seorang dermawan asal Qatar berniat membangun 1 juta unit apartemen di Indonesia. Kerja sama pembangunan 1 juta apartemen itu akan dilakukan pada 8 Januari 2025 mendatang.
“Ini satu, ini satu orang ya. Mau nyumbangkan, mau kembangkan 1 juta unit apartemen di Indonesia, mau membangun dan jual murah,” kata Hashim. Hal itu dikatakan dalam launching Gerakan Masyarakat Peduli Anak Sekolah (Gemas) dan Peresmian Ormas Baru. Di Auditorium Abdul Rahman Saleh Jakarta, Senin (30/12/2024).
Hashim juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Qatar yang ingin membantu Indonesia untuk membangun 5 juta unit rumah, baik di kota dan desa.
Selain itu, ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Uni Emirat Arab yang akan membangun 1 juta rumah di Indonesia. “Dua negara ingin bantu 7 juta unit rumah dan apartemen untuk Indonesia,” ujarnya.
Menurut Hashim, tujuan pembangunan perumahan dan apartemen itu seiring komitmen Presiden Prabowo memenuhi kebutuhan papan bagi masyarakat. Karena berdasarkan data Pemerintah, kurang lebih 37 juta keluarga yang belum memiliki rumah layak huni.
“Kalau 37 juta keluarga berarti berapa jiwa. Kalau dikali 4 berarti ada 150 juta rakyat Indonesia belum memiliki rumah layak huni,” ucapnya.
Hashim berharap kalangan Forum Masyarakat Indonesia Emas, organisasi yang dipimpinnya dapat mengawal program perumahan tersebut divbawah koordinasi Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait. “Saya bersaksi Pak Maruarar dan Pak Fahri Hamzah bekerja keras dalam Pemerintahan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat debat capres pamungkas Pemilu Presiden 2024 pada awal Februari tahun ini berjanji akan membangun 3 Juta Rumah per tahun. Dalam salah satu dari 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran, menjamin rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan.
Tempat tinggal yang layak dan terjangkau merupakan hak dasar setiap warga negara. Pembangunan perumahan juga bisa menguatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi masyarakat miskin, serta mengurangi ketimpangan.
Pemerintah harus hadir memberikan perumahan yang terjangkau dan sanitasi yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan target membangun atau merenovasi sebanyak 40 rumah per desa/kelurahan per tahun diharapkan akan dapat dicapai sebanyak 3 juta rumah mulai tahun kedua. ****





