Fajarasia.id – Kamala Harris berpidato di Greenville, North Carolina, Minggu (13/10/2024), mengkritik Donald Trump. Kritik tersebut dilayangkan karena Trump menyebarkan misinformasi tentang respons pemerintah terhadap badai.
Melansir dari AP News yang dikutip Redaksi pada selasa (15/10/2024), Harris, yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat, tidak menyebut nama Trump. Tetapi mengacu pada klaim palsunya terkait respons pemerintah terhadap Badai Milton dan Helene.
Dalam pidatonya di Koinonia Christian Center, Harris menyebut “pahlawan” yang membantu tanpa memandang afiliasi politik. Ia juga mengkritik mereka yang menyebarkan disinformasi yang menghambat akses informasi bagi mereka yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa politisasi bencana adalah hal yang tidak dapat diterima dan menyebut tindakan tersebut sebagai cara untuk meraih keuntungan politik. Sementara itu, Trump mengklaim bahwa pemerintah menahan bantuan kepada Republikan di Tenggara.
Dalam sebuah wawancara di Fox News, Trump mengulangi klaimnya dan mengatakan bahwa respons pemerintah sangat buruk. Harris juga mengatakan tim Trump mencegahnya untuk merilis catatan medis serta berdebat dengannya lagi.
Badai menambah kompleksitas dalam perlombaan presiden yang ketat menjelang pemilihan. Trump menyalahkan pemerintahan Biden atas respons yang tidak memadai terhadap bencana.
Sementara itu, Biden mendesak Kongres untuk memastikan dana untuk respons badai tersedia. Ia mengatakan kerusakan yang disebabkan oleh Badai Milton diperkirakan mencapai $50 miliar (Rp777,5 triliun).
Menteri Keamanan Dalam Negeri Mayorkas menegaskan bahwa musim badai masih jauh dari selesai. Ia juga menyatakan pentingnya persiapan untuk bencana alam yang mungkin terjadi di masa depan.****




