Hari Kemanusiaan Sedunia Momentum Ketangguhan Hadapi Persoalan Kemanusiaan

Hari Kemanusiaan Sedunia Momentum Ketangguhan Hadapi Persoalan Kemanusiaan

Fajarasia.co – Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus menjadi momentum untuk Indonesia menjadi tangguh dalam menghadapi persoalan kemanusiaan. Perlunya pelibatan semua pihak sebagai bentuk kolaborasi, seperti antara Lembaga Swadaya masyarakat (LSM), masyarakat dengan pemerintah.

“Semua pihak perlu terlibat untuk mendukung untuk mendorong supaya provinsi kita, desa kita, kabupaten kita menjadi lebih tangguh. Mari kita bergandengan tangan, Plan tentunya tidak bisa bekerja sendiri,” kata Project Coordinator Yayasan Plan International Indonesia Enos Ndapareda,Sabtu (20/8/2022).

Ia menjelaskan, dalam meningkatkan kesetaraan gender, peningkatan ketangguhan masyarakat, perlindungan anak, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. “Kita membutuhkan semua pihak untuk kita sama-sama mewujudkannya,” ucapnya.

Menurut Enos, untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat, maka perlu kolabroasi bersama multipihak. “Kalau istilah teman-teman di BNPB, membangun komunikasi atau koordinasi pentahelix,” kata Enos.

Dalam pentahelix ini, kata dia, melibatkan dunia usaha, masyarakat, pemerintah. Serta non pemerintah, dan lembaga lembaga yang lain.

Diketahui, Hari Kemanusiaan Sedunia diperingati secara global setiap tanggal 19 Agustus. Hari ini dibuat oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan telah diperingati sejak tahun 2009.

Tema dari Hari Kemanusiaan Sedunia tahun ini adalah “It Takes a Village”. Tema ini mengenali bahwa aksi kemanusiaan adalah sebuah usaha keras bersama yang melibatkan banyak orang dari semua kalangan.****

Pos terkait